Atasai Wabah, Butuh Pemimpin Bertaqwa

ATASI WABAH, BUTUH PEMIMPIN BERTAQWA

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.

 وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.

 اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،

 أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ،

 اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى :

 

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Demi Tuhanmu, sekali-kali mereka tidaklah beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim (pemutus perkara) dalam segala permasalahan yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa sempit di dalam diri mereka, dan mereka pun pasrah dengan sepenuhnya, atas apa saja yang kamu putuskan (QS an-Nisa’ [4]: 65).

 

 

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah, di hari yang mulai ini, yaumul jum’ah. Di tempat yang dimuliakan oleh Allah, masjid. Dan bersama dengan orang-orang yang insyaallah dimuliakan oleh Allah yakni orang-orang yang bertakwa.

 

Shalawat beserta salam semoga Allah curahkan kepada junjungan alam semesta Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia, yang memberikan teladan kepada manusia bagaimana mengarungi kehidupan dunia sesuai petunjuk Allah SWT, Sang Pencipta alam dan seisinya.

Bertakwalah kepada Allah, di mana pun berada.  Taatlah kepada perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Hanya dengan ketakwaan yang hakiki, hidup kita akan terjaga dan Allah pasti menolong kita.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

 

Di tengah suasana pandemi Corona, mari terus dekatkan diri kita kepada Allah dan bertikhtiar agar wabah ini tidak menjangkiti diri kita. Sesungguhnya, ikhtiar pribadi merupakan bagian dari Sunnah Nabi SAW dalam mencegah datangnya penyakit.

 

Lebih dari itu, ada ikhtiar yang lebih besar, yang itu harus dilakukan oleh negara. Peran negara sangat penting dalam mengatasi pandemi ini. Mengapa? Karena penanganan wabah Corona ini terkait dengan pengaturan manusia. Menyangkut kehidupan sosial. Melibatkan masyarakat banyak. 

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

 

Satu nyawa manusia yang terselamatkan sangat berharga dalam padangan Islam. Nyawa manusia tak akan dibiarkan hilang sia-sia karena wabah penyakit. 

Wabah Corona yang melanda negeri ini menyadarkan kita bahwa kita butuh pemimpin negara yang bertakwa yang menerapkan Islam. Yang senantiasa memperhatikan urusan dan kemaslahatan rakyat. Yang takut kelak pada Hari Kiamat rakyatnya menuntut dirinya di hadapan Allah SWT atas kemaslahatan rakyat yang terabaikan. Yang tidak mengabaikan kesehatan masyarakat demi kepentingan kekuasaan atau material ekonomi.

Pertanyaannya, adakah pemimpin seperti itu sekarang?

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

 

Empat belas abad yang lalu, baginda Nabi SAW, telah memberikan teladan bagaimana menangani wabah ini. Sabda Nabi SAW:

«إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا«

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu” (HR Bukhari).

 

Dalam hadits lainnya, dari Aisyah ra, Nabi SAW bersabda: “Tha’un itu merupakan azab yang Allau turunkan terhadap siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat untuk orang-orang mukmin. Maka tidak ada seorang hamba pun yang tha’un menimpa, lalu dia berdiam di negerinya seraya bersabar mengharap ridha Allah, dia tahu bahwa tidak ada yang akan menimpanya kecuali apa yang telah Allah tuliskan untuknya, kecuali untuknya semisal pahala syahid”. (HR Bukhari)

Inilah karantina pertama kali yang dilakukan oleh sebuah negara di dunia. Mendahului semua negara. Dan hal itu berlangsung di negara beradab yang pemimpinnya adalah Nabiyallah Muhammad SAW. Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad dan beliau menerapkan Islam agar menjadi suri teladan yang baik dalam implementasi.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

 

Dalam pandangan Islam, negara harus membatasi penyakit di tempatnya. Penduduk setempat itu tidak boleh keluar dari wilayah tersebut. Dan penduduk dari luar tidak boleh masuk. Inilah kewajiban syar’i negara dalam melayani rakyat dan melaksanakan amanah.

Tak hanya itu, negara harus menjamin pelayanan kesehatan berupa pengobaan secara gratis untuk seluruh rakyat di wilayah wabah tersebut.  Termasuk mendirikan rumah sakit dan laboratorium pengobatan dan lainnya. Dan, negara wajib menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat, termasuk di dalamnya kebutuhan pangan rakyat di wilayah wabah tersebut.

 

Sementara, orang-orang sehat di luar wilayah yang dikarantina tetap bisa kerja sehingga kehidupan sosial dan ekonomi tetap berjalan. Inilah langkah-langkah shahih yang akan dilakukan oleh negara yang menerapkan sistem Islam.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

 

Ingatlah wabah ini tak hanya mengenai orang-orang zalim saja, tapi juga mengenai orang-orang yang beriman.  Inilah fitnah wabah penyakit yang sedang terjadi. Maka, umat ini perlu saling tolong menolong, saling membantu di tengah kondisi negeri yang dipimpin orang-orang yang hanya berpikir ekonomi dan menomor-sekiankan keselamatan manusia. 

Akhirnya, semoga Allah segera menyingkirkan wabah corona dari negeri ini. Menjadikan negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yang dipimpin oleh penguasa yang amanah, yang menerapkan syariah Islam secara kaffah. Aamin.

 

[]

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِن الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

 

 

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

 

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ