Akidah Islam Melahirkan Kebaikan

Akidah Islam Melahirkan Kebaikan

AKIDAH ISLAM MELAHIRKAN KEBAIKAN

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.

 وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.

 اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،

 أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى :

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِفَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 (QS an-Nisa’ [4]: 65)

 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita dengan bulan mulia, Ramadhan. Semoga Allah meridhai puasa kita, dan menjadikan kita hamba-Nya yang bertakwa. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW.

 

Bertakwalah kepada Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Taatlah kepada-Nya dan jauhi larangan-Nya meski hati kadang berat melakukannya. Yakinlah, jalan Allah adalah jalan terbaik baik manusia.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Beberapa saat lalu kita dikejutkan oleh pernyataan seorang tokoh Muslim, bahwa akidah Islam adalah pemicu maraknya tindakan-tindakan radikalisme. Dia meminta dosen agama di fakultas umum tingkat universitas untuk tidak terlalu banyak mengajarkan akidah dan syariah. Karena hal itu dapat meningkatkan risiko peningkatan radikalisme. Dia berujar, bila kajian akidah diperbanyak, nanti isinya: surga-neraka, Islam, kafir, lurus, benar, sesat. Dan jika terus-terusan akan membuat orang menjadi radikal.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Mari kita dudukkan dulu, apa itu akidah Islam. Agar tidak sampai salah paham dan menjadi paham yang salah.

Akidah Islam mencakup keimanan/keyakinan seorang Muslim terhadap segenap ajaran Islam seperti keberadaan Allah SWT, Al-Qur’an sebagai kalamullah, kerasulan Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan rasul, dsb. Dalam dialog antara Rasulullah saw. dan Malaikat Jibril terungkap:

فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِيمَانِ. قَالَ « أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ ». قَالَ صَدَقْتَ

 

“Beritahulah aku tentang Iman.” Nabi menjawab, “Iman adalah engkau mengimani Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, Hari Akhir serta takdir Allah yang baik dan yang buruk.” Jibril berkata, “Engkau benar.” (HR Muslim).

Akidah Islam adalah pondasi kehidupan kaum Muslim. Ia menentukan kedudukan seseorang di hadapan Allah SWT dan sebab amalnya diterima. Mereka yang beramal tanpa landasan akidah Islam (iman) akan sia-sia. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا

 

Orang-orang kafir itu, amal-amal mereka laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi bila air itu didatangi, dia tidak mendapati apapun  (TQS an-Nur [24]: 39).

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Seorang hamba yang telah memeluk akidah Islam wajib terikat dengan segenap hukum-hukum Islam, baik dalam perkara ibadah, makanan-minuman, pakaian, muamalah, politik dan pemerintahan, dsb. Allah SWT mengingatkan mereka yang mengaku beriman tetapi menolak berhukum dengan ketetapan Allah dan Rasul-Nya:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 

Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (TQS an-Nisa’ [4]: 65).

 

Akidah Islam juga mengharuskan kaum Muslim untuk menolak keyakinan yang bertentangan dengannya, semisal meyakini Allah SWT melahirkan dan dilahirkan, Allah SWT memiliki sekutu, dsb. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ

 

Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sungguh Allah itu ialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian.” (TQS al-Maidah [5]: 72).

 

Karena itu, tidak mungkin keimanan terhadap keesaan Allah SWT dikompromikan dengan paham trinitas atau politheisme (keyakinan bahwa tuhan itu banyak). Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan, “Oleh karena itu, kita mengkafirkan semua orang yang beragama selain agama kaum Muslim, atau orang yang sejalan dengan mereka, atau ragu-ragu (dengan agama) atau membenarkan agama mereka.” (Asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Musthafa, 2/1071).

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Menyatakan bahwa akidah Islam penyebab radikalisme, apalagi melegalkan kekerasan dan teror pada umat lain, adalah fitnah keji. Demikian pula seruan agar membatasi pengkajian akidah Islam. Ini perlu diwaspadai sebagai upaya pendangkalan dan pengaburan terhadap akidah Islam.

 

Ingatlah, keimanan justru akan membentuk ketaatan pada Allah SWT. Iman juga akan membuat seorang Mukmin menjaga diri dari perbuatan zalim karena takut akan azab neraka. Dari iman yang kuat akan muncul akhlak yang mulia.

Nabi SAW pun berpesan pada kaum Muslim untuk memiliki sifat penyayang. Sifat penyayang akan mendatangkan kasih sayang (rahmat) Allah SWT. Sabda beliau:

اِرْحَمُوْا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

 

Sayangilah makhluk yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian (HR Abu Dawud).

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Kita perlu waspada terhadap agenda terselubung di balik tudingan-tudingan radikalisme dan gerakan deradikalisasi. Ingatlah, tujuan deradikalisasi adalah deislamisasi, yakni upaya mengurangi dan menghapus seruan dan pelaksanaan ajaran Islam secara kaffah. Ada pihak-pihak tertentu yang tidak menghendaki Islam diamalkan kaum Muslim secara total.

 

Mereka menghendaki Islam hanya ajaran ibadah dan akhlak saja; atau muamalah yang memberikan keuntungan saja bagi mereka, seperti meminta dana wakaf dari umat, menggiatkan zakat dan sedekah, atau pembiayaan umrah dan haji.

Dan, bila kaum Muslim telah jauh dari agamanya, apalagi merosot akidahnya, maka mereka mudah untuk disusupi paham sepilis; sekularisme, pluralisme dan liberalisme. Dengan sekularisme umat akan digiring untuk memisahkan ajaran agamanya dari kehidupan.

 

Dengan begitu tak ada lagi spirit menegakkan ajaran Islam dalam bidang muamalah, pendidikan, sosial, politik dan pemerintahan.

Ketahuilah, bukan Islam yang merusak negeri ini. Justru paham sekularisme, pluralisme, dan liberalisme-lah yang menghancurkan negeri ini hingga seperti yang kita saksikan sekarang.

Sebaliknya Islam adalah harapan masa depan. Syariah Islam kaffah adalah jaminan keridhaan Allah dan kejayaan umat Islam. Dan pondasinya adalah akidah Islam.

 

[]

 

 

 

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

 

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ