KELAPARAN DI GAZA!
KHUTBAH PERTAMA
اللهُمَّ
فَصَلِّ
وَسَلِّمْ
عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ
كَانَ
صَادِقَ
الْوَعْدِ وَكَانَ
رَسُوْلًا
نَبِيًّا، وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
الَّذِيْنَ
يُحْسِنُوْنَ
إِسْلاَمَهُمْ
وَلَمْ
يَفْعَلُوْا
شَيْئًا
فَرِيًّا. أَمَّا
بَعْدُ؛
فَيَا
أَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ
رَحِمَكُمُ
اللهُ،
اُوْصِيْنِيْ
نَفْسِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِتَقْوَى
اللهِ،
فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ
تَعَالَى:
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا
لَا تَتَّخِذُوْا
بِطَانَةً
مِّنْ
دُوْنِكُمْ لَا
يَأْلُوْنَكُمْ
خَبَالًاۗ
وَدُّوْا مَا
عَنِتُّمْۚ
قَدْ بَدَتِ
الْبَغْضَاۤءُ
مِنْ
اَفْوَاهِهِمْۖ
وَمَا
تُخْفِيْ
صُدُوْرُهُمْ
اَكْبَرُۗ
قَدْ
بَيَّنَّا
لَكُمُ الْاٰيٰتِ
اِنْ
كُنْتُمْ
تَعْقِلُوْنَ ١١٨
(آلِ
عِمْرَانَ)
Alhamdulillâhi
Rabbil ‘Âlamin, Segala puji bagi Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ yang
telah menganugerahkan kita nikmat iman dan Islam, serta mempertemukan kita di
tempat yang diberkahi ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasallam, beserta
keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Bertakwalah kepada
Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ dengan sebenar-benarnya takwa sebagaimana
firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ
اٰمَنُوا
اتَّقُوا
اللّٰهَ
حَقَّ
تُقٰىتِهٖ
وَلَا
تَمُوْتُنَّ
اِلَّا
وَاَنْتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali
dalam keadaan muslim.”
(QS. Âli
Imrân
[3]: 102)
Sungguh takwa adalah
benteng terakhir kita di tengah kehidupan akhir zaman saat ini. Dan sungguh,
hanya dengan takwa kita akan selamat di dunia dan akhirat.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Di tengah penderitaan yang
berkepanjangan, rakyat Gaza terus menghadapi tragedi kemanusiaan akibat agresi
dan blokade keji dari entitas Zionis Yahudi. Tidak hanya serangan militer yang
brutal, kini warga Gaza juga dihadapkan pada bencana kelaparan yang disengaja.
Blokade total terhadap bantuan logistik seperti makanan dan obat-obatan telah
menyebabkan malnutrisi parah, terutama di kalangan anak-anak, ibu hamil, dan
menyusui. Data menunjukkan bahwa lebih dari 144 warga meninggal dunia akibat
kelaparan, termasuk 88 anak-anak. Badan Pangan Dunia (WFP) menyebut Gaza telah
memasuki fase "catastrophic
hunger" atau kelaparan tingkat 5
berdasarkan klasifikasi IPC (tingkat kelaparan dan
malnutrisi tertinggi di suatu wilayah), dengan sekitar sepertiga warga Gaza tidak makan selama berhari-hari.
Dari total 5,5 juta penduduk Palestina, 100% warga Gaza mengalami kerawanan
pangan akut, dan lebih dari 70.000 anak membutuhkan perawatan gizi mendesak.
Tidak berhenti di situ,
kezaliman rezim Zionis terus berlanjut dengan penghancuran lebih dari seribu
truk bantuan pangan serta serangan terhadap kerumunan warga yang mengantri
makanan, menyebabkan lebih dari 1.060 orang tewas dan 7.200 terluka sejak Mei 2025.
Pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang menyarankan
untuk membiarkan rakyat Gaza kelaparan, menegaskan bahwa kelaparan dijadikan
alat genosida. Bahkan, muncul laporan bahwa tepung dalam bantuan pangan yang
disalurkan melalui Gaza Humanitarian Foundation—yang diduga didukung Israel dan
AS—mengandung zat narkoba, menunjukkan tindakan yang jauh dari nilai-nilai
kemanusiaan. Situasi ini mencerminkan kekejaman sistematis dan pelanggaran hak
asasi manusia dalam skala besar yang tak boleh didiamkan.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Sikap rezim-rezim Arab
terhadap penderitaan rakyat Gaza menunjukkan bentuk pengkhianatan yang
memilukan. Terutama rezim Mesir di bawah Presiden As-Sisi, yang sampai hari ini
menolak membuka gerbang perbatasan Rafah—satu-satunya jalur efektif untuk
menyalurkan bantuan ke Gaza. Padahal, penyeberangan Kerem Shalom yang lain
berada di bawah kendali militer Zionis. Rezim Mesir beralasan bahwa membuka
Rafah akan memicu instabilitas dan arus pengungsi, namun pada 2023 mereka
justru membuka perlintasan itu demi evakuasi warga negara AS. Ironisnya,
penduduk Gaza dan bantuan kemanusiaan tetap dilarang melewatinya.
Lebih dari itu, rezim Mesir
juga menekan Imam al-Azhar, Ahmad al-Tayeb, agar mencabut pernyataannya yang
mengecam kekejaman Zionis. Ini dilakukan demi menjaga hubungan dengan entitas
Yahudi dan kelangsungan negosiasi politik Mesir-Israel. Tindakan semacam ini
mencerminkan sikap tunduk kepada musuh-musuh Islam dan mengabaikan penderitaan
saudara seiman. Hal ini bertentangan dengan firman Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ
dalam QS. Ali Imran ayat 118 yang memperingatkan kaum Mukmin agar tidak
menjadikan orang kafir sebagai teman kepercayaan
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا
لَا تَتَّخِذُوْا
بِطَانَةً
مِّنْ
دُوْنِكُمْ لَا
يَأْلُوْنَكُمْ
خَبَالًاۗ
وَدُّوْا مَا
عَنِتُّمْۚ
قَدْ بَدَتِ
الْبَغْضَاۤءُ
مِنْ
اَفْوَاهِهِمْۖ
وَمَا
تُخْفِيْ
صُدُوْرُهُمْ
اَكْبَرُۗ
قَدْ
بَيَّنَّا
لَكُمُ الْاٰيٰتِ
اِنْ
كُنْتُمْ
تَعْقِلُوْنَ
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan teman
kepercayaan kalian adalah orang-orang yang berada di luar kalangan kalian.
Mereka itu tidak henti-hentinya menimbulkan kemadaratan atas kalian. Mereka
menyukai apa saja yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut
mereka, sementara apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar
lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami) jika saja
kalian paham.” (QS. Âli Imrân [3]: 118).
Lebih menyedihkan lagi, para
pemimpin Arab yang bertetangga langsung dengan Gaza tampak tenang dan nyaman
dalam kehidupan mereka, sementara rakyat Gaza menghadapi kelaparan akut.
Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan tegas mengecam orang yang
membiarkan tetangganya kelaparan. Sabda Beliau:
لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ
مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ،
وَجَارُهُ إِلَى
جَنْبِهِ جَائِعٌ
وَهُوَ يَعْلَمُ
”Bukanlah Mukmin orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangga
di sampingnya kelaparan, padahal ia tahu.” (HR. Abu Ya’la).
Hadits ini mengingatkan bahwa
keimanan bukan sekadar ucapan, tapi harus diwujudkan dalam solidaritas nyata
terhadap penderitaan sesama Muslim.
Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi
wasallam juga memperingatkan bahwa siapa pun yang membiarkan kehormatan dan
keselamatan Muslim lain direndahkan tanpa memberi pertolongan, maka Allah pun
akan meninggalkannya saat ia membutuhkan pertolongan. Sabda beliau: ”Tidaklah
seseorang membiarkan (tidak menolong) seorang Muslim di suatu tempat saat
kehormatannya dilecehkan dan harga dirinya direndahkan, melainkan Allah akan
membiarkan dia (tidak menolong dirinya) di tempat ia ingin mendapatkan
pertolongan-Nya. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di suatu tempat
saat harga dirinya direndahkan dan kehormatannya dilecehkan, melainkan Allah
akan menolong dia di tempat ia ingin mendapatkan pertolongan-Nya.” (HR. Ahmad).
Maka sungguh hina dan
menyedihkan sikap rezim-rezim Arab yang berpaling dari penderitaan Gaza dan
malah memilih bersekutu dengan kaum penjajah.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Genosida yang terus
berlangsung di Gaza menunjukkan dengan gamblang betapa dunia internasional,
termasuk PBB, telah gagal menjalankan peran kemanusiaan. Negara-negara Barat
seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa bukan hanya diam, tapi justru menjadi
sekutu yang mendukung genosida terhadap rakyat Gaza. Tragisnya, para penguasa
di Dunia Islam yang memiliki kekuatan untuk membela dan membebaskan Gaza justru
memilih tunduk dan berkompromi dengan penjajah. Mereka menggelontorkan dana
triliunan rupiah ke AS, sementara hanya menyalurkan bantuan minim ke Gaza dan
menutupi pengkhianatan mereka dengan retorika-retorika kosong.
Wahai kaum Muslim! Sudah
saatnya Anda menyadari bahwa tidak ada harapan pada PBB, negara-negara Barat,
maupun para penguasa Arab yang bersekongkol dengan penjajah. Solusi dua negara
hanyalah ilusi yang tak pernah benar-benar diinginkan oleh entitas Zionis.
Jalan satu-satunya untuk membebaskan Gaza adalah melalui jihad fi sabilillah di
bawah kepemimpinan Khilafah Islamiyah. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ telah
memerintahkan:
وَاقْتُلُوْهُمْ
حَيْثُ
ثَقِفْتُمُوْهُمْ
وَاَخْرِجُوْهُمْ
مِّنْ حَيْثُ
اَخْرَجُوْكُمْ
وَالْفِتْنَةُ
اَشَدُّ مِنَ
الْقَتْلِۚ
”Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka. Usirlah mereka
dari tempat mereka telah mengusir kalian. Fitnah (kekufuran) itu lebih besar
bahayanya daripada pembunuhan.” (QS. al-Baqarah [2]: 191).
Kelak di Hari Kiamat, para
penguasa Muslim tidak akan mampu berlepas diri dari tanggung jawab atas
kelalaian dan pengkhianatan mereka terhadap penderitaan saudara-saudara mereka
di Gaza. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas keengganan mereka mengirimkan
bantuan dan tentara untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Sungguh, azab
Allah sangat pedih bagi mereka yang berpaling dari perintah-Nya dan membiarkan
kezhaliman terus berlangsung. WalLâhu a’lam bi
ash-shawâb. []
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِى
اْلقُرْآنِ
اْلعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيمِ
وَتَقَبَّلَ
اللهُ مِنَّا
وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ
وَإِنَّهُ
هُوَ
السَّمِيْعُ
العَلِيْمُ،
وَأَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا
فَأسْتَغْفِرُ
اللهَ
العَظِيْمَ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
KHUTBAH
KEDUA
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ عَلىَ
إِحْسَانِهِ،
وَالشُّكْرُ
لَهُ عَلَى
تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
اِلٰهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
الدَّاعِى
إِلَى
رِضْوَانِهِ،
اللّٰهُمَّ صَلِّ
عَلَى
سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
اٰلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
وَسَلِّمْ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. أَمَّا
بَعْدُ؛
فَياَ
اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُواللّٰهَ
فِيْمَا
أَمَرَ
وَانْتَهُوْا
عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ
أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ
بَدَأَ
فِيْهِ بِنَفْسِهِ
وَثَـنَّى
بِمَلآ
ئِكَتِهِ
الْمُسَبِّحَةِ
بِقُدْسِهِ،
وَقَالَ
تَعاَلَى:
إِنَّ اللهَ
وَمَلآئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى
يآ اَيُّهَا
الَّذِيْنَ
آمَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ
صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
سَيِّدِناَ
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى
اَنْبِيآئِكَ
وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ
اْلمُقَرَّبِيْنَ،
وَارْضَ اللّٰهُمَّ
عَنِ
اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ،
أَبِى بَكْرٍ
وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ
وَعَلِي، وَعَنْ
بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ،
وَتَابِعِي
التَّابِعِيْنَ
لَهُمْ
بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَارْضَ
عَنَّا
مَعَهُمْ
بِرَحْمَتِكَ
يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
اللّٰهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ
وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءَ
مِنْهُمْ
وَاْلاَمْوَاتِ،
اللّٰهُمَّ أَعِزَّ
اْلإِسْلاَمَ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَاْلمُشْرِكِيْنَ،
وَانْصُرْ
عِبَادَكَ
اْلمُوَحِّدِيْنَ،
وَانْصُرْ
مَنْ نَصَرَ
الدِّيْنَ،
وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ
اْلمُسْلِمِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنِ،
وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
اللّٰهُمَّ
ادْفَعْ
عَنَّا
الْغَلَاءَ
وَاْلبَلاَءَ
وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ
وَاْلمِحَنَ،
وَسُوْءَ
اْلفِتْنَةِ
وَاْلمِحَنَ
مَا ظَهَرَ
مِنْهَا
وَمَا
بَطَنَ، عَنْ
بَلَدِنَا
اِنْدُونِيْسِيَّا
خآصَّةً
وَسَائِرِ
بُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ
عآمَّةً يَا رَبَّ
اْلعَالَمِيْنَ،
رَبَّنَا
آتِناَ فِى
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِى
اْلآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
اَنْفُسَنَا
وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ
اللهِ ! إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُ
بِاْلعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيْتآءِ
ذِي
اْلقُرْبىَ
وَيَنْهَى
عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ
وَاْلبَغْي
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ،
وَاذْكُرُوا
اللهَ
اْلعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلىَ
نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ،
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرْ