MASIH BELUM SIRNA
KHUTBAH PERTAMA
اللّٰهُمَّ
صَلِّ
وَسَلِّمْ
عَلَى
سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ
الْأُمِّيِّ،
الصَّادِقِ
الْأَمِيْنِ،
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
الَّذِيْنَ
حَسُنَ
إِسْلَامُهُمْ.
أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا
أَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ
رَحِمَكُمُ
اللهُ،
أُوْصِيْ
نَفْسِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِتَقْوَى
اللهِ، فَقَدْ
فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَا
كَانَ
لِمُؤْمِنٍ
وَّلَا
مُؤْمِنَةٍ
اِذَا قَضَى
اللّٰهُ
وَرَسُوْلُهٗٓ
اَمْرًا اَنْ
يَّكُوْنَ
لَهُمُ
الْخِيَرَةُ
مِنْ
اَمْرِهِمْۗ
وَمَنْ
يَّعْصِ
اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ
فَقَدْ ضَلَّ
ضَلٰلًا
مُّبِيْنًاۗ ٣٦
(اَلْأَحْزَابُ)
Alhamdulillah, kita masih dipertemukan oleh Allah di
hari mulia, hari Jumat. Di tempat yang dimuliakan, masjid. Bersama orang-orang
yang insya Allah dimuliakan, orang-orang bertakwa. Shalawat serta salam semoga
senantiasa tercurah kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad saw.
Pertama dan paling utama, mari tingkatkan takwa kita
kepada Allah. Taati perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Pesan Nabi Muhammad
saw.;
اِتَّقِ
اللهَ حَيْثُمَا
كُنْتَ، وَأَتْبِعِ
السَّيِّئَةَ
الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا،
وَخَالِقِ النَّاسَ
بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.
Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan
menghapus (kesalahan)nya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang
baik.” (HR. Tirmidzi).
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, mengapa
hari ini kita begitu mudah melupakan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza?
Apakah karena jaraknya yang jauh? Ataukah karena berita tentang mereka sudah tidak
lagi memenuhi layar-layar media? Hingga awal Agustus ini, serangan Israel masih
terus menggempur Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Khan Younis. Sejak Oktober 2023,
lebih dari 73 ribu warga Palestina telah gugur dan lebih dari 174 ribu lainnya
terluka. Korbannya didominasi anak-anak, perempuan, lansia, dan warga sipil.
PBB juga mencatat rata-rata 47 perempuan dan anak perempuan meninggal setiap
hari, sementara sekitar 80 persen bangunan di Gaza telah hancur.
Di tengah tragedi kemanusiaan yang begitu memilukan ini,
dunia seolah hanya mampu menyaksikan. Berbagai kecaman dari sejumlah negara
belum mampu menghentikan agresi Israel. Keberadaan Board of Peace (BOP)
pun tidak memberikan tindakan nyata untuk menghentikan genosida maupun
pencaplokan wilayah Gaza. Karena itu, kita patut merenung, jika darah kaum
Muslim terus tertumpah, kehormatan mereka terus dinodai, dan tanah mereka terus
dirampas, apakah kita akan tetap menjadi penonton? Jangan sampai Gaza hanya
kita ingat ketika menjadi berita, lalu kita lupakan ketika perhatian dunia
beralih. Sebab, penderitaan mereka belum sirna, dan kepedulian umat tidak boleh
ikut sirna.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Islam tidak mengajarkan kita menjadi penonton ketika
saudara seiman dizalimi. Rasulullah saw. bersabda,
الْمُسْلِمُ
أَخُو
الْمُسْلِمِ
لاَ يَظْلِمُهُ
وَلاَ
يُسْلِمُهُ
مَنْ كَانَ
فِيْ حَاجَةِ
أَخِيْهِ
كَانَ
اللَّهُ فِيْ
حَاجَتِهِ
وَمَنْ
فَرَّجَ عَنْ
مُسْلِمٍ كُرْبَةً
فَرَّجَ
اللَّهُ
عَنْهُ بِهَا
كُرْبَةً
مِنْ كُرَبِ
يَوْمِ
الْقِيَامَةِ
وَمَنْ
سَتَرَ
مُسْلِمًا سَتَرَهُ
اللَّهُ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
”Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia
tidak boleh menzalimi saudaranya itu dan membiarkan dirinya. Siapa saja yang
memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja
yang menghilangkan kesulitan dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan
kesulitan dari dirinya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang
Muslim, Allah akan menutupi aibnya pada Hari Kiamat” (HR Muslim).
Karena itu,
membela kaum Muslim yang tertindas merupakan bagian dari konsekuensi ukhuwah
Islamiyah. Seandainya para pemimpin negeri-negeri Muslim bersatu mengambil
langkah nyata terhadap Israel, tentu mereka memiliki kekuatan untuk memberi
tekanan. Namun hingga kini hal itu belum terwujud. Padahal Allah Swt.
berfirman:
لَا
تَجِدُ
قَوْمًا
يُّؤْمِنُوْنَ
بِاللّٰهِ
وَالْيَوْمِ
الْاٰخِرِ
يُوَاۤدُّوْنَ
مَنْ حَاۤدَّ
اللّٰهَ
وَرَسُوْلَهٗ
وَلَوْ
كَانُوْٓا
اٰبَاۤءَهُمْ
اَوْ
اَبْنَاۤءَهُمْ
اَوْ
اِخْوَانَهُمْ
اَوْ
عَشِيْرَتَهُمْۗ
"Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman kepada
Allah dan Hari Akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak,
atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka" (QS. al-Mujâdalah
[58]: 22).
Sebagai orang beriman, setiap persoalan harus
diselesaikan dengan hukum Allah, bukan pertimbangan akal atau kepentingan
politik. Allah Swt. berfirman,
وَمَا
كَانَ
لِمُؤْمِنٍ
وَّلَا
مُؤْمِنَةٍ
اِذَا قَضَى
اللّٰهُ
وَرَسُوْلُهٗٓ
اَمْرًا اَنْ
يَّكُوْنَ
لَهُمُ
الْخِيَرَةُ
مِنْ
اَمْرِهِمْۗ
وَمَنْ
يَّعْصِ اللّٰهَ
وَرَسُوْلَهٗ
فَقَدْ ضَلَّ
ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ
"Tidaklah patut bagi laki-laki dan perempuan Mukmin,
apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, mereka memiliki
pilihan lain dalam urusan mereka" (QS. al-Ahzâb [33]:
36).
Terkait agresi dan genosida di Gaza, Al-Qur'an
memerintahkan kaum muslimin untuk melakukan jihad defensif terhadap pihak yang
menyerang, sebagaimana firman-Nya:
فَمَنِ
اعْتَدٰى
عَلَيْكُمْ
فَاعْتَدُوْا
عَلَيْهِ
بِمِثْلِ مَا
اعْتَدٰى
عَلَيْكُمْۖ
"Siapa yang menyerang kalian, maka seranglah ia
seimbang dengan serangannya terhadap kalian" (QS. al-Baqarah
[2]: 194), serta,
وَاقْتُلُوْهُمْ
حَيْثُ
ثَقِفْتُمُوْهُمْ
وَاَخْرِجُوْهُمْ
مِّنْ حَيْثُ
اَخْرَجُوْكُمْ
”Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka
dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian" (QS. al-Baqarah [2]:
191).
Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh
dalam Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid 2 menjelaskan bahwa jihad
menjadi fardu 'ain ketika negeri kaum Muslim diserang. Karena itu, berdiam
diri, tidak menggerakkan jihad, maupun menjalin hubungan yang mengokohkan
Israel merupakan perbuatan dosa besar yang pelakunya di ancam siksaan di Neraka
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Serulah para pemimpin Anda agar mengerahkan pasukan untuk
berjihad fi sabilillah mengusir Israel! Wajib bagi para pemimpin Dunia Islam
untuk membebaskan tanah Palestina dengan kekuatan militer. Sungguh mereka akan
menghadap Allah Swt. dengan hisab yang amat berat atas sikap diam atau
membatasi diri hanya dengan retorika kosong. Mereka akan dimintai
pertanggungjawaban atas setiap darah Muslim yang tumpah di sana. Padahal mereka
mempunyai kekuasaan dan kekuatan untuk menghentikan genosida di Gaza. Ya Allah,
kami telah menyampaikan! Saksikanlah! Wallâhu a‘lam bish-shawâb.[]
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِى
الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ،
وَتَقَبَّلَ
مِنَّا
وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ
وَإِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ
الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ
الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ،
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ
عَلَى
إِحْسَانِهِ،
وَالشُّكْرُ
لَهُ عَلَى
تَوْفِيْقِهِ
وَامْتِنَانِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلٰهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أنَّ
سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
الدَّاعِى
إِلَى
رِضْوَانِهِ.
اللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
وَسَلِّمْ
تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَياَ أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
اللّٰهَ
فِيْمَا أَمَرَ
وَانْتَهُوْا
عَمَّا
نَهَى، وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ
أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ بَدَأَ
فِيْهِ
بِنَفْسِهِ
وَثَنَّى
بِمَلَائِكَتِهِ
الْمُسَبِّحَةِ
بِقُدْسِهِ، وَقَالَ
تَعاَلَى:
إِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ
آمَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
سَيِّدِناَ
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى
أَنْبِيَائِكَ
وَرُسُلِكَ
وَمَلَائِكَتِكَ
الْمُقَرَّبِيْنَ،
وَارْضَ
اللّٰهُمَّ عَنِ
الْخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ،
أَبِى بَكْرٍ
وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ
وَعَلِيٍّ،
وَعَنْ
بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ،
وَالتَّابِعِيْنَ
لَهُمْ بِإِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَارْضَ
عَنَّا
مَعَهُمْ
بِرَحْمَتِكَ
يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ
أَعِزَّ
الْإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالْمُشْرِكِيْنَ،
وَانْصُرْ مَنْ
نَصَرَ الدِّيْنَ،
وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ
الْمُسْلِمِيْنَ،
وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ
الدِّيْنِ،
وَأَعْلِ
كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ
عَلَى
مِنْهَاجِ
النُّبُوَّةِ
تُعِزُّ
بِهَا
الْإِسْلَامَ
وَاَهْلَهُ
وَتُذِلُّ
بِهَا
الْكُفْرَ
وَاَهْلَهُ،
وَاجْعَلْنَا
مِنَ
الْعَامِلِيْنَ
الْمُخْلِصِيْنَ
لِإِقَامَتِهَا
بِإِذْنِكَ
يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
اللّٰهُمَّ
ادْفَعْ
عَنَّا
الْغَلَاءَ
وَالْبَلاَءَ
وَالْوَبَاءَ
وَالزَّلَازِلَ
وَالْمِحَنَ،
وَسُوْءَ
الْفِتَنِ
مَا ظَهَرَ
مِنْهَا
وَمَا
بَطَنَ، عَنْ
بَلَدِنَا
إِنْدُوْنِيْسِيَا
خَاصَّةً
وَسَائِرِ
بُلْدَانِ
الْمُسْلِمِيْنَ
عَامَّةً يَا
رَبَّ
الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِى
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِى الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ! إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ
وَالْإِحْسَانِ
وَإِيْتآءِ
ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشآءِ
وَالْمُنْكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ،
وَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ،
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرْ.